BERITA VIRAL

Apa Yang Dimaksud Dengan Kebiri Kimia

PIANOQQLOUNGE – DPR mengesahkan Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Didalam UU baru, salah satu hukuman bagi pelaku kekerasan seksual adalah kebiri kimia. Namun, apa yang dimaksud dengan kebiri kimia. Agen Poker

Kebiri kimia adalah penyuntikan zat anti-testosteron ketubuh pria untuk menurunkan kadar hormon testosteron, yang sebagian besar diproduksi sel lydig didalam buah zakar.

Testosteron itu adalah hormon yang berperan dalam beragam fungsi, salah satunya fungsi seksual. Artinya, hormon testosteron berpengaruh pada gairah seksual seorang pria dan membantu penis seorang pria bisa ereksi,

Masuknya zat anti-testosteron ke dalam tubuh, menurut dokter Nugroho, praktis membuat gairah seksual menurun.

Bagaimana cara kerja zat anti-testosteron?

Saat zat anti-testosteron disuntikkan kedalam tubuh, apa yang masuk akan memicu reaksi berantai diotak dan testis. Agen Terpercaya

Produksi testosteron 95%-nya berasal dari sel lydig di buah zakar pria. Pemicu agar testosteron diproduksi adalah hormon luteinizing yang dikeluarkan kelenjar hypophysis anterior diotak. Nah, zat anti-testosteron membendung kelenjar diotak agar tidak memproduksi hormon pemicu produksi testosteron. Kalau itu ditekan, otomatis testis tidak memproduksi testosteron. Jadi kait-mengait semuanya.

Apakah kebiri kimia akan berpengaruh selamanya?

Pengaruh zat anti-testosteron hanya sementara. Sebagaimana obat kimia lainnya, zat anti-testosteron tergantung oleh batas waktu.

apa yang

Ada cara lain untuk melakukan kebiri kimia?

Selain menyuntikkan zat antitestosteron ada cara lainnya, yaitu memberikan obat Depo Provera yang biasa digunakan sebagai kontrasepsi perempuan.

Dengan memberikan lebih banyak hormon perempuan ketubuh pria, produksi hormon testosteron akan menurun dan kehilangan fungsinya.

Bagaimana dampaknya?

Jika diberikan secara rutin kepada pria yang kadar testosteronnya normal diasumsikan bakal menyebabkan penurunan gairah seksual pria tersebut. Akan tetapi, dampaknya lebih dari itu.

Pasalnya, hormon testosteron berperan dalam berbagai fungsi tubuh, tidak hanya fungsi seksual.

Penurunan hormon testosteron akan berpengaruh ke otak sehingga suasana hati tidak nyaman, menjadi pemarah, kulit menjadi kering. Otot kemudian mengecil, tulang menjadi keropos. Orang itu juga akan sangat lemah, atau loyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *